<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Mental Health on Literasi Digital Anak Muda Global</title><link>https://literasiglobal.com/tags/mental-health/</link><description>Recent content in Mental Health on Literasi Digital Anak Muda Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sat, 08 Nov 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://literasiglobal.com/tags/mental-health/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Digital Wellbeing: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pusaran Media Sosial</title><link>https://literasiglobal.com/posts/digital-wellbeing-mental-health/</link><pubDate>Sat, 08 Nov 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://literasiglobal.com/posts/digital-wellbeing-mental-health/</guid><description>&lt;p&gt;Pukul 3 pagi, lampu kamar masih menyala. Jari-jari scrolling tanpa henti melalui feed Instagram, beralih ke TikTok, checking notifikasi WhatsApp, kembali ke Instagram. Mata sudah perih, tapi ada perasaan FOMO (Fear of Missing Out) yang membuat sulit berhenti. Esok hari harus bangun pagi untuk kuliah atau kerja, tapi &amp;ldquo;sebentar lagi&amp;rdquo; berubah menjadi satu jam lagi. Familiar?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Skenario ini bukan cerita fiksi, melainkan realitas yang dialami jutaan anak muda di seluruh dunia. Data dari Digital Wellbeing Report menunjukkan bahwa rata-rata Gen Z menghabiskan 7-9 jam per hari di depan layar, dengan 3-4 jam di antaranya khusus untuk media sosial. Angka yang staggering, mengingat dampaknya terhadap kesehatan mental, produktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>